Monetisasi Akun Youtube, Begini Caranya

againdonesia.co.id – Youtube semakin berbenah dan hadir sebagai salah satu sumber pemasukan yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Jika dulu untuk bisa terkenal mempunyai beragam syarat, tidak demikian halnya di Youtube. Jika dulu untuk mendapatkan penghasilan dari TV harus melakukan banyak hal, Youtube menawarkan yang sebaliknya.

Proses untuk menjadikan Youtube sebagai mesin uang disebut monetisasi. Pemilik akun akan mendapatkan keuntungan dari banyaknya viewer yang menonton videonya. Sedangkan uang akan diperoleh dari iklan-iklan yang dipasang di video tersebut.

  1. Definisi Monetisasi

Monetisasi adalah sebuah proses untuk menghasilkan uang dari video-video akun Youtube seseorang dengan mengaktifkan fitur-fitur iklan di dalam video. Video yang akan disisipi iklan pun bukan sembarang video. Tapi video-video yang popular atau viral. Semakin viral satu video, maka ia akan mendapatkan pemasukan iklan yang makin besar pula.

Tujuan pengiklan menempatkan modalnya dengan beriklan di Youtube adalah agar bisa menjangkau audiens lebih luas lagi dan mendapatkan popularitas lebih. Sehingga Youtube pun menaruh iklan tersebut ke video-video dengan jumlah penonton terbanyak atau akun yang rutin mengupload video.

monetisasi youtube

Video-video yang popular dengan jumlah viewer yang membludak dan ditambah jam tayang tinggi merupakan bisnis yang menguntungkan bagi Youtube. Sehingga, Youtube akan memberikan share keuntungan dari iklan yang didapat kepada pemilik video.

  1. Syarat Monetisasi

Dengan banyaknya pelanggaran dan video-video yang kurang etis, Youtube terus mengupdate algoritmanya dan aturan monetisasinya. Karena akun-akun yang dimonetisasi disebut Youtube Partner. Berikut syarat-syarat monetisasi yang mulai berlaku tahun 2019:

  • Mengikuti aturan dan kebijakan monetisasi Youtube. Kebijakannya semakin beragam mulai dari dilarangnya konten-konten yang berisi kekerasan, pornografi hingga konten yang melanggar hak cipta. Pembatasan ini disambut baik oleh masyarakat yang menginginkan tayangan video yang bermanfaat.
  • Berada dan tinggal di wilayah yang menjadi cakupan program Youtube Partner. Dalam hal ini Indonesia termasuk dalam wilayah Youtube Partner.
  • Video yang akan disisipi iklan harus memiliki 4.000 jam tayang dalam periode 12 bulan terakhir.
  • Channelmu memiliki minimal 1.000 subscriber
  • Channelmu sudah dihubungkan dengan akun adsense

Baca Juga : Referensi Youtube Belajar Digital Marketing

Syarat-syarat di atas mesti telah terpenuhi tidak menjamin akunmu disetujui monetisasinya. Karena beberapa akun ada juga yang ditolak. Yang mungkin saja penyebabnya adalah tidak memenuhi kebijakan dan persyaratan dari Youtube. Jika ditolak, kamu bisa mengajukan lagi dalam waktu 30 hari kemudian.

Berikut ini cara mengaktifkan Google Adsense:

  • Klik ikon akun Youtube yang berada di pojok kanan atas
  • Pilih creator studio
  • Di bagian kiri pilih menu channel
  • Klik status and feature
  • Kemudian klik enable di pilihan monetization
  • Ikuti perintah yang ada di halaman tersebut
  1. Cara Monetisasi Youtube

Jika kamu berhasil mendaftar Google Adsense, ada beberapa pilihan untuk memonetisasi akun Youtube mu:

  • Iklan atau Google Adsense

Cara ini adalah cara umum yang digunakan yaitu meletakkan iklan di konten populermu. Kamu bisa mengatur iklan yang tayang dan posisi iklan ditayangkan. Fitur ini baru bisa kamu dapatkan jika pendaftaran akun Google Adsensemu diterima oleh Youtube.

Syarat umumnya adalah pemilik akun harus berusia minimal 18 tahun atau ada walinya jika berusia di bawah 18 tahun. Pengiklan pun menentukan syarat tertentu agar iklannya ditayangkan di videomu. Misalnya, iklan maskapai tidak akan diletakkan di konten tentang berita duka cita.

  • Membership Channel

Jika kamu adalah creator yang memang ditunggu-tunggu videonya, kamu bisa menggunakan fitur ini di mana orang harus mendaftar menjadi member pada akunmu dengan membayar sejumlah uang setiap bulannya.

youtube membership

Setelah itu mereka berhak untuk melihat dan menikmati konten-konten berkualitas yang kamu upload di akunmu. Syarat khusus untuk fitur ini selain berusia 18 tahun adalah pemilik akun sudah memiliki lebih dari 30.000 subscriber.

  • Merchandise

Fitur ini memungkinkan viewermu melihat merchandise yang kamu tawarkan di video. Syaratnya supaya kamu bisa menggunakan fitur ini adalah akunmu telah memiliki lebih dari 10.000 subscriber.

  • Superchat

Di masa pandemi live chat menjadi media untuk bertemu dan belajar. Youtube menghadirkan Superchat di mana kamu dapat membuat live streaming yang bisa ditonton oleh masyarakat. Setiap penonton bisa memberikan pesan pada saat live berlangsung. Dan pesan-pesan tersebut bisa disaksikan oleh semua orang. Youtube akan membayarmu jika kamu menggunakan fitur ini.

  • Youtube Premium

Cara mendapatkan akun Youtube Premium hanya dengan mengalihkan akunmu ke akun premium sehingga kamu bisa mendapatkan bayaran ketika ada orang yang menonton kontenmu. Sangat mudah bukan? Namun sayangnya fasilitas ini belum ada di Indonesia.

Era video membuat Youtube menjadi salah satu mesin pencetak uang yang potensial. Dengan terus melakukan pembenahan dan memperketat aturannya, Youtube hadir sebagai sahabat sekaligus partner bagi masyarakat.

 

Panduan Setting WhatsApp Bisnis

againdonesia – WhatsApp sudah meluncurkan versi bisnis atau WhatsApp Business sejak beberapa waktu yang lalu. Aplikasi ini bisa diunduh secara gratis di Playstore atau pun iOS. Aplikasi ini memang dirancang untuk para pelaku usaha kecil.

Dengan munculnya WhatsApp Business ini, para pelaku usaha diharapkan bisa lebih mudah untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Serta pastinya diharapkan proses komunikasi bisa berjalan dengan mudah dan cepat. Fitur – fitur yang ada pada WhatsApp Business diantaranya: menyortir, otomatisasi pesan, respon pesan dengan cepat. Lantas, bagaimanakah cara untuk mensetting WhatsApp Business?

Yang harus anda lakukan terlebih dahulu adalah mendownload aplikasi WhatsApp Business. Setelah proses pengunduhan dan instalasi selesai, maka anda pun bisa membuka aplikasi tersebut. Klik tombol ‘Agree and Continue’ yang berisikan persyaratan pemakaian aplikasi tersebut.

Lalu masukkanlah nomor ponsel yang ingin dipergunakan. Selanjutnya, sistem akan secara otomatis mengirimkan serta mendeteksi kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui pesan singkat.

Selanjutnya, pengguna bisa menuliskan nama bisnis atau pun nama usahanya serta memasang foto yang akan dijadikan sebagai profil foto. Perlu untuk diingat, pengguna tidak bisa merubah nama bisnisnya pada lain kesempatan. Oleh sebab itu, nama usaha harus dipikirkan matang – matang terlebih dahulu.

Sampai pada tahapan ini, pengguna sudah bisa memakai WhatsApp Business. Pengguna juga bisa menambahkan keterangan terkait dengan bisnisnya. Caranya yaitu dengan pergi ke menu Setting – Business Settings.

Pada menu Business Settings, pengguna disuguhkan dengan pilihan untuk menuliskan kategori bisnisnya, deskripsi bisnisnya, alamat serta jam beroperasinya bisnis tersebut.

Pada fitur lain yang juga menarik ialah adanya kemampuan untuk bisa membalas dengan cepat atau disebut juga quick replies. Pada fitur ini memanfaatkan kata kunci yang sudah diatur sendiri oleh pengguna. Jadi, pengguna bisa mengatur sendiri balasan apa yang akan langsung dibalas ketika ada pelanggan yang menghubungi anda melalui WhatsApp Business.

Baca Juga : Manfaat Blogging Seluler Untuk Anda Yang Gemar Berpergian

Lantas, bagaimanakah cara kerja membalas cepat dari WhatsApp Business? Membuka menu Settings – Business Settings – Quick Replies. Apabila tidak dirubah, maka secara default aplikasi telah memiliki sebuah quick replies yaitu /thanks.

Apabila pengguna ingin menambahkan quick replies lebih dari satu, caranya pun cukup mudah. Pada menu Quick Replies ada pilihan ‘add quick replies’ kemudian tuliskan sebuah kata kunci, ‘pesan anda’ lalu save.

Secara otomatis, apabila pelanggan mengirimkan kalimat yang mempunyai kata kunci, maka sistem pun akan menjawab dengan kalimat yang sebelumnya sudah diatur oleh pengguna. Inilah salah satu keunggulan dari WhatsApp Business yang begitu membantu para pemakainya.

Bagaimana, sudah cukup jelas dengan cara setting WhatsApp Business di atas? Semoga dengan tulisan ini bisa bermanfaat bagi anda untuk mengoperasikan WhatsApp Business dengan semaksimal mungkin. Terima kasih dan salam sukses.